Pages

Featured Posts

Senin, 12 Agustus 2013

GREEN HILTON MEMORIAL AGREEMENT GENEVA 1963

Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia. 

Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia
Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjanajian ini. Perjanjian itu bernama The Green Hilton Memorial Agreement Geneva. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai tak kurang dari 57 ribu ton yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku tiga tahun kemudian alias 14 November 1965 (gambar di atas hanya salah satu dari sekian lembar perjanjian).

Minggu, 11 Agustus 2013

HARTA AMANAH itu memang Benar adanya


DIBACA DENGAN BAIK YA…

HARTA AMANAH itu memang ada, tetapi pemegang amanahnya sendiri tidak membutuhkan sponsor atau bantuan orang lain untuk mencairkannya. Banyaknya Dollar Amerika Serikat (USD) bertahun tua (1934) yang tersimpan di banyak orang, salah satu bukti pernah ada komitmen bersama kerajaan-kerajaan Indonesia ikut andil dalam pendirian The Federal Reserve (FED) sebagai bank sentral negeri Paman Sam itu yang pada akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya paket khusus yang disebut Harta Amanah.
Setidaknya itulah hasil akhir investigasi yang saya lakukan selama beberapa tahun ini. Dengan demikian salah besar jika ada pihak tertentu yang memperdagangkan dokumen-dokumen tua atas nama orang-orang Indonesia yang asal muasalnya dari UBS yang kemudian beralih ke HSBC London, ABN AMRO bank dan sebagainya. Walau dokumen-dokumen tersebut berbeda-beda pemilik dan berbeda bank tetapi CUSIP dan ISIN number sering sama sebagai pertanda bahwa dokumen tersebut berasal dari koleteral yang sama. Umumnya kolateral itu menginduk kepada “Aset Berjangka” yang dicatat di UBS.

Satu Korban DUKUN PENGGANDA UANG Muhyahro, Asal Temanggung



TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Satu lagi korban dukun pengganda uang Muhyahro, dikenali oleh keluarganya. Identitas korban bernama Nurodin (49), asal Temanggung. Menurut keterangan adik ipar korban Nur Subarkah (39), Nurodin sebenarnya kelahiran Mandisari, Kecamatan Parakan. Namun, ia kemudian menikah dengan Sofiatun (41), warga Dusun Janggar, Desa Gedongsari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.

Nurodin adalah alumni SMA 1 Temanggung, dan IKIP Semarang dan menjadi guru di SMP 1 Pagentan, Banjarnegara ini dikabarkan hilang sejak 28 Desember 2011. Nurodin sudah 20-an tahun menjadi guru PNS di SMP 1 Pagentan. Ia dan istrinya pun selama ini tinggal di rumah dinas sekolah tersebut.
"Berdasarkan keterangan Sofiyatun, suaminya kali terakhir pergi bersama Sunaryo sesama guru warga Kroya. Mereka naik bus ke arah Magelang,"katanya Kamis (1/8) malam.

Sofiyatun pun membenarkan kepergiannya bersama Sunaryo membawa uang sebesar Rp 150juta dan akan digandakan kepada seorang dukun. Tapi keduanya tidak menyebut nama Muhyahro, melainkan Mbah No. Hilangnya, Nurodin sudah dilaporkan ke Polsek Pagentan setelah 10 hari korban pergi meninggalkan rumah dan tak kunjung pulang. Usaha pencarian pun sudah dilakukan kemana-mana, tapi hasilnya nihil. Keluarga Nurodin, pun penasaran saat media memberitakan tentang dukun Muhyahro yang telah membunuh beberapa korbannya di Petung, Windusari, Kabupaten Magelang.

Rabu, 31 Juli 2013

PENGUNGKAPAN jaringan pengedar uang palsu MATA UANG ASING



SEMARANG, suaramerdeka.com - Dua pengedar uang palsu mata uang asing ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng. Dari tangan kedua tersangka Natan Nail Setiawan (31), warga Jakarta dan Agus Indarjo (53), warga Bogor, petugas mengamankan barang bukti berupa uang palsu 998 lembar uang pecahan 1 juta US Dollar dengan nilai rupiah 10 miliar perlembar. Lalu 90 lembar 10 ribu Dollar Singapore dengan nilai rupiah 70 juta perlembar serta 100 lembar pecahan 100 Ruber Belarus yang nilai rupiahnya masih dikordinasikan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Mas Guntur Laope mengatakan, kedua tersangka ditangkap pada Jumat 12 Juli lalu di sebuah hotel di kawasan Karangayu, Semarang Barat, Semarang. "Saat penindakan itu kami menangkap delapan orang, namun enam diantaranya tidak terbukti," ungkapnya saat gelar perkara di kantor Direkrorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Selasa (30/7).

Saat digeladah, dua tersangka tersebut terbukti telah membawa dan menyimpan uang palsu dengan nilai asli rupiah sekitar belasan triliun. Adapun uang palsu tersebut sedianya akan diedarkan dengan cara menukar kepada orang yang berminat terhadap uang mata asing itu. "Belum sempat ditukar, mereka (tersangka, red) masih mencari orang atau kolektor yang mau menukar uang palsu itu," ujarnya.